
|
|
ORANG BATAK, Sejarah singkat dan penjelasan
Orang Batal itu sangat mudah dikenali dimanapun mereka berada karena marga-marganya. Menurut sejarah, Batak Toba itu diturnkan dari nenek moyang "Si Raja Batak", dimana semua marga-marga Batak itu diturunkan dari oppung tersebut. Silsilah keturunan Batak yang turun temurun dari Kakek ke Bapak dan ke anak disebut "Tarombo". Orang Batak Toba, apalagi yang tinggal di sekitar Danau Toba sangat terkenal karena tenunan ulos dan songket dari daerah ini. Mereka juga terkenal karena ukir-ukiran kayu dan batu, dimana ukiran batu ini sering tergambar di tambak kuburan mereka. Acara-acara pernikahan dan kematian di Tanah Batak itu cukup kompleks, sering hanya dimengerti oleh orang-orang asli Batak yang dibersarkan dengan adat dan istiadat mereka. Penguburan juga ada aturanya. Penguburan sering terjadi dua kali, dimana kalau seseorang sudah punya cucu dikubur ditempat lain selain tanah kelahiranya, akan di gali lagi dan tulalng-tulangnya akan dikubur secara adat di tanah kelahiranya, ceremoni ini disebut "mangongkal holi".
Sebelum jaman penjajahan, orang Batak itu dikenali sebagai bangsa yang memiliki pejuang-pejuang yang sangat ditakuti dan ganas. Dijaman sekarang majoritas Batak itu beragama Kristen, selebihnya beragama Islam yang sering disebut Parmalim di Tanah Batak. Kristen yang paling besar di Tanah Batak dan bahkan di Indonesia adalah HKBP (Huria Kristen Batak Protestan). Ajaran-ajaran Kristen di Tanah Batak di bawa oleh seorang penghotbah dari German yaitu Mr. Lutheran German di abad ke 19, dan juga oleh penghotbah yang sangat terkenal di Tanah Batak, Ludwig Ingwer Nommensen. Di Tanah Karo, ajaran Kristen diperkenalkan oleh penghotbah2 dari Belanda dan Gereja & Kristen di Karo disebut GBKP (Gereja Batak Karo Protestan). Akan tetapi Batak Mandailing telah mengikuti ajaran-ajaran islam sejak abad ke 19.
Orang Batak itu memiliki bahasa-bahasa dari akar yang hampir sama, yaitu dari group bahasa Austronesian. Batak dan bahasanya di kategorikan dalam beberapa group: Toba, Angkola, Mandailing, Simalungun, Karo & Dairi. Menurut para ahli, bahwa bahasa Batak Karo dengan bahasa Batak Dairi (Alas Kluet) itu sangat mirip, dan antara kedua group ini bisa saling mengerti. Antara Batak Toba, Mandailing dan Angkola, boleh dikatakan ada kesamaan2 dalam kata-katanya sehinga group ini juga bisa saling mengerti. Menurut sumber sejarah, Simalungun ini adalah adeknya dari group Karo & Dairi, jadi bisa dimengerti oleh orang Karo dan Dairi. Tapi sebagian dari dialect Batak Simalungun dapat dimengerti oleh orang Batak Toba, tergantung dari sudut mana mereka berasal.
|
|